MAHA12 | Satu Dua Susun Simbol Maha dalam Kisah Penuh Pesona
MAHA12 mengambil inspirasi dari sebuah monumen besar dengan angka 1 menjulang sebagai tugu utama dan angka 2 membentuk lengkungan yang mengitari bagian dasarnya. Unsur maha diterjemahkan melalui ukuran serta detail pahatan yang dibuat dominan, sementara perpaduan kedua angka menghasilkan komposisi unik antara garis tegak dan kurva yang terlihat berbeda tetapi tetap menjadi bagian dari satu rancangan.
Dari kejauhan hanya tugu tinggi yang tampak menonjol, namun detail pada bagian bawah mulai terlihat ketika ukiran Situs MAHA12 terbaca di antara relief yang menghubungkan garis angka 1 dengan lengkungan angka 2. Permukaan batu dipenuhi pola geometris, sisi lengkung membingkai bagian bawah monumen, dan ruang terbuka di sekelilingnya membuat bentuk utama terlihat semakin tegas tanpa bergantung pada cerita tentang perjalanan maupun tahapan angka.
Dilihat secara utuh, MAHA12 menyerupai sebuah landmark yang mudah dibedakan melalui dua bentuk utama yang saling melengkapi. Angka 1 memberikan aksen vertikal pada pusat bangunan, angka 2 memperluas komposisi melalui lengkungannya, sedangkan kesan maha muncul dari skala monumen dan pahatan besar yang membuat susunan sederhana tersebut mempunyai tampilan lebih monumental.
FAQ SEPUTAR MAHA12
MAHA12 mengambil inspirasi dari sebuah monumen besar yang tersusun melalui bentuk angka 1 dan 2. Skala bangunan digunakan untuk membawa kesan maha, sedangkan masing-masing angka mempunyai fungsi visual yang berbeda.
Angka 1 diterjemahkan sebagai tugu vertikal yang menjadi bagian paling tinggi pada monumen. Bentuknya yang lurus memberikan titik fokus sekaligus menciptakan kesan tegas pada keseluruhan rancangan MAHA12.
Angka 2 memberikan lengkungan yang mengitari bagian dasar monumen. Bentuk tersebut menjadi penyeimbang bagi garis vertikal angka 1 sekaligus membuat susunannya tidak hanya bergantung pada elemen yang lurus.
Kesan besar muncul melalui skala monumen, pahatan batu, dan ruang terbuka yang mengelilinginya. Pendekatan tersebut membuat bentuk utama terlihat dominan sekaligus sesuai dengan kata maha yang terdapat pada namanya.
Pola geometris memberikan detail pada permukaan tanpa mengganggu bentuk angka 1 dan 2 yang menjadi fokus utama. Ukiran tersebut juga membantu menghubungkan bagian vertikal dan lengkung agar terlihat sebagai satu bangunan.
Keseimbangan MAHA12 berasal dari pertemuan dua bentuk yang kontras. Angka 1 membawa garis lurus dan tinggi, sedangkan angka 2 memberikan lengkungan yang lebih lebar sehingga keduanya saling melengkapi dalam satu komposisi.